Review Koboy Kampus (2019) |’Biopik’ Negara The Panasdalam

Setelah Dilan sukses besar, Pidi Baiq memberanikan diri membuat filmnya sendiri lewat Koboy Kampus. Film Koboy Kampus produksi 69 Production bekerjasama dengan MNC Pictures ini disutradarai oleh duet Pidi Baiq & Tubagus Deddy.

The Synopsis

Pidi (Jason Ranti), mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) di periode tahun 1995-1998 resah dengan banyaknya demo terhadap pemerintah yang dilakukan rekan-rekannya. Alih-alih ikut demo, keresahannya itu Pidi tuangkan untuk membentuk negara sendiri bersama teman-teman satu jurusan dengannya. Pidi bersama Ninuk (Ricky Harun), Dikdik (Miqdad Addausy), Erwin (David John Schaap) serta Deni (Bisma Karisma) menamakan negara mereka sebagai negara The Panasdalam.

film Koboy Kampus

The Plot

Absurd. Kata itu cukup menggambarkan skenario film ini. Alurnya ngalor ngidul. Pembentukan sebuah negara. Kisah percintaan Ninuk dan Rianto. Kudeta terhadap sebuah organisasi. Anggota The Panasdalam yang tak kunjung lulus. Semua disajikan tanpa ada benang merah. Bahkan setiap masalah hanya diselesaikan lewat Pidi yang bernyanyi. Lalu filmnya berlanjut ke alur lain. Jadi… kembali ke poin awal. Film ini emang absurd. In the good way.

Menonton film ini tuh kayak menonton sketsa komedi. Gue suka sama lawakannya. Jenis lawakan yang ada pada tongkrongan. Buat yang mengikuti Pidi Baiq, pasti paham yang gue maksud.

film Koboy Kampus

The Technic

Sinematografi film ini memiliki tone yang cukup baik. Cukup menggambarkan 1990an. Beberapa shot menarik, salah satunya saat Deni dan Rianto pulang dari rumah Nia. Atau adegan saat Pidi bernyanyi dengan latar bulan.

Tata musik dan penempatan musik latar jadi salah satu yang menonjol. Lagu-lagu The Panasdalam bergerak mengiringi plot cerita. Desain tata suara film ini sangat smooth menghantarkan dialog ke arah nyanyian, dan sebaliknya.

film Koboy Kampus

The Character

Debut Jason Ranti bisa dibilang apik. Gestur, dialog, mimik, semuanya mirip sama Pidi Baiq. Suaranya juga ternyata bagus ya. Ricky Harun nyeleneh. Tapi perannya mirip sama peran dia sebelum-sebelumnya. Sayangnya, selain Ricky, anggota lainnya gak punya andil besar. Miqdad, Bisma dan David cuma selewat-selewat doang. Bahkan seinget gue, David gak dapet dialog sama sekali.

Danilla yang justru mencuri perhatian. Chemistrynya bareng Jason cukup terasa. Sayang, Danilla cuma muncul di awal film.

Karakter lainnya yang cukup menonjol adalah Boris MD. Ekspresi, tutur kata hingga kesialannya berhasil membuat penonton tertawa-tawa.

Review Film Koboy Kampus: Pemberontakan Kreatif Ala Pidi dan Kawan-kawan

The Conclusion

Koboy Kampus adalah film absurd. Ceritanya yang berkembang tak jelas arah. Generasi tua bisa menyaksikan ini untuk unsur nostalgia. Generasi yang lebih muda bisa melihat  lebih banyak dialog ringan namun gemes seperti yang dijumpai pada dua film Dilan. Buat yang mengikuti Pidi Baiq, pasti paham betul bagaimana film ini menyajikan komedinya. Tapi buat orang baru, mungkin lebih banyak mengkerutkan dahi.

Rating: 3/5

Foto: The Panasdalam Bank (dok. YouTube)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s