Review Toy Story 4 (2019) |Babak Akhir yang Menguras Emosi?

Siapa bilang setelah film ketiganya (Yang diakhiri mengharukan), Toy Story gak bisa memberi kejutan lagi? Josh Cooley sebagai orang yang menduduki kursi sutradara di film ini bisa membantah pertanyaan tersebut. Toy Story 4 is a sequel that is not really needed, but ended up great.

toy_story_four_ver8_xlg

The Synopsis

2 tahun sejak film Toy Story 3, Bonnie (Madeleine McGraw) sudah cukup umur untuk masuk TK. Bonnie ketakutan dan tidak siap untuk masuk ke dalam dunia yang asing itu. Woody (Tom Hanks) yang sebenarnya sudah mulai dilupakan, masih tetap mencoba supaya Bonnie gembira dan tersenyum. Oleh karena itu, Woody menyelinap dan membantu Bonnie dalam membuat prakarya. Tidak disangka, prakarya tersebut sekarang menjadi mainan kesayangan Bonnie yang bernama Forky (Tony Hale).

Forky yang merasa dirinya sebagai seorang sampah, selalu ingin kabur. Woody mencoba sedemikian keras supaya Forky tidak ingin kabur, namun akhirnya sekilas Forky lolos dari mengamatan. Seperti biasa, Woody dan teman-temannya berpetualang untuk mengembalikan mainan favorit majikannya.

toy-story-4-1-1024x539

The Plot

Sebenarnya, ide ceritanya masih sama. Tentang petualangan Woody untuk membantu mengembalikan mainan favorit majikannya. Tapi gak tau kenapa, Pixar selalu berhasil menguras emosi penonton.

Yang membedakan Toy Story 4 dengan 3 film sebelumnya adalah film ini bukan cuma tentang rasa ingin diterima dan disayangi oleh orang lain aja, tetapi juga membahas percaya diri dan yang kayaknya paling ditekankan, mau untuk merelakan. Mungkin pesan tersebut akan jauh lebih mengena untuk orang dewasa.

toy-story-4-4-1024x429

Naskah yang ditulis John Lasseter, Rashida Jones, Josh Cooley dkk sukses membuat anak-anak terhibur dan orang dewasa merasa sedih.  Sekali lagi Pixar membuat penontonnya mengeluarkan air mata lewat adegan-adegan menyentuh yang gak jarang juga menguras emosi.

Toy Story 4 juga memberi ruang bagi kita untuk tertawa. Mulai dari tingkah polos Forky, Duke Caboom (Keanu Reeves) yang narsis banget, sampai Ducky dan Bunny (Jordan Peele dan Keegan-Michael Key) yang suka memberi imajinasi absurd khas lawakan mereka di Youtube.

toy-story-4-3-1024x594

The Technic

” Wagelasih! ”

Reaksi spontan gue waktu liat animasinya yang ciamik. Disney-Pixar ini gak main-main kalau soal teknologi animasi komputer ya. Kualitasnya semakin keren. Bahkan kadang bisa bikin gue lupa kalau gue lagi nonton animasi.

t2

Visualisasinya aduhai. Di adegan pembuka, kita seperti melihat air hujan beneran. Penggambaran karnavalnya juga penuh warna dan sukses bikin mata seger. Toko antik juga digambarkan dengan sangat detail. Adegan Woody dan Bo Peep (Annie Potts) menyusuri celah sempit juga terlihat nyata. Dan yang paling gue suka tentu aja adegan dimana Woody dan Bo Peep mau berpisah. Mereka saling tatap dengan mata berbinar. Sumpah, beneran gak kayak animasi!

Musiknya juga memuaskan. Lagu “You’ve Got a Friend in Me” juga gak akan pernah bikin penggemar saga ini bosan.

toy-story-4-2-1024x429

The Character

Akhirnya kita bisa tau kenapa Bo Peep gak ada di film ketiga. Karakter ini salah satu yang gue suka perkembangannya. Dia memperlihatkan pada kita tentang independen. Hal ini juga yang membuatnya sempat berselisih paham dengan Woody.

t3

Gabby Gabby kayaknya pantas disebut sebagai villain terbaik di saga ini. Alasannya terjelaskan dengan sempurna. Dia justru bisa membuat kita simpati lewat keinginannya untuk memiliki apa yang apa Woody punya.

toy-story-4-5-1024x429

Dan tentu aja yang membuat Toy Story 4 punya nyawa adalah Woody. Dari 3 film sebelumnya, Woody selalu memberi kita pengertian dengan yang namanya kesetiaan. Kita juga bisa belajar kepemimpinan, bertanggung jawab, tambahan penting lainnya adalah, merelakan.

t10

The Conclusion

Toy Story 3 menjadi sajian yang (nyaris) sempurna. Rasanya, sulit untuk mengalahkan akhir dari film tersebut. Sebagian orang malah skeptis dengan diluncurkannya Toy Story 4. Mungkin emang gak sesempurna film ketiga, tapi Toy Story 4 masih menawarkan cerita yang menguras emosi. Ditunjang dengan visualisasi aduhai dan musik yang menyenangkan, Toy Story 4 adalah film animasi terbaik tahun ini. Bahkan bisa jadi salah satu film terbaik sepanjang tahun 2019.

Toy Story 4 is a sequel that is not really needed, but ended up great.

Rating: 4,5/5

toy-story-4-6-1024x577

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s