Review X-Men; Dark Phoenix (2019) | (Bukan) Penutup Klimaks

Setelah hampir 20 tahun kita dibuat bingung dengan timeline X-Men Cinematic Universe, tahun ini, X-Men; Dark Phoenix tayang juga.  Fox  menggaet sutradara debutan yang lebih dikenal sebagai produser dan penulis skenario, Simon Kinberg.

dark_phoenix_ver18_xlg

The Synopsis

Pada tahun 1975, Jean Grey (Sophie Turner) secara tidak sengaja menggunakan kekuatan telekinesisnya sehingga menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa orang tuanya. Tidak lama setelah kejadian itu, Professor Charles Xavier (James McAvoy) membawanya ke Xavier’s School, di mana dia memblokir ingatan masa lalu Jean Grey dan membantunya mengontrol kekuatannya yang sungguh besar itu.

Pada tahun 1992, terjadi suatu kecelakaan pada proyek angkasa luar yang membuat presiden Amerika Serikat meminta bantuan X-Men. Kejadian itu menyebabkan Jean Grey terkena energi tersebut. Jean Grey tidak meninggal pada peristiwa itu, tetapi malah menjadi semakin kuat. Karena kejadian itu pula Professor Charles Xavier tidak lagi bisa memblokir ingatan masa lalu Jean Grey, sehingga Jean Grey mencoba kembali ke masa lalunya. Kejadian ini dimanfaatkan oleh alien D’Bari bernama Vuk (Jessica Chastain) untuk dapat mengambil kekuatan Jean Grey yang sungguh besar itu.

dark-phoenix-5-1024x683

The Plot

Sebagai sebuah penutup saga, tentunya hampir semua orang membangun ekspektasi tinggi untuk Dark Phoenix. Sayangnya, penonton harus kecewa. Karena film ini lebih layak dilihat sebagai film stand-alone.

Naskahnya gak ada yang spesial. Bahkan terasa dangkal. Usaha Kinberg untuk ‘mereboot’ The Last Stand juga gak berbuah manis. Malah, naskahnya gagal menyampaikan pesan yang ada pada narasi Jean di awal film. Yang lebih parahnya lagi, naskahnya gak bisa bikin kita peduli pada kematian karakter yang cukup penting di jagad X-Men.

Mungkin yang gue suka adalah, adanya perubahan cukup menonjol dimana Jean berkutat dengan energi kosmik ketimbang kepribadian ganda seperti pada film The Last Stand.

dark-phoenix-1-1024x577

The Technic

Mungkin Dark Phoenix emang film yang direncanakan berjualan aksi dan cast-cast ternama yang memiliki berbagai macam kekuatan. Hal ini terbukti dengan adegan pembuka di mana X-Men harus menyelamatkan astronot. Jujur, gue suka banget sama adegan ini. Adegan penutup di mana Erik babak belur mengurus kereta juga asik cuy.

Sayangnya, gak semua aksi-aksi kerennya didukung oleh pengambilan gambar yang memukau. Seharusnya Kinberg bisa lebih baik dari ini. Untuk urusan CGI sih masih oke-oke aja.

Scoring garapan Hans Zimmer udah gak usah diragukan lagi. Sayangnya, kemampuan Zimmer gak dimaanfatkan baik oleh Kinberg. Alhasil, film dan musiknya seperti berjalan berlawanan.

dark-phoenix-4-1024x429

The Character

Jajaran cast ternama seperti James McAvoy, Jennifer Lawrence, Jessica Chastain dan lain-lain emang menjadi penyelamat film ini. Cast paling cocok untuk memerankan karakter X-Men. Semoga aja setelah Fox masuk ke Disney, gak akan banyak perubahan pemain nantinya.

Dari semua karakter di jagad X-Men, gue paling suka sama Erik yang diperankan Michael Fassbender. Sering kali menjadi antihero, tapi selalu punya alasan yang jelas. Di film ini bahkan Fassbender tampil menonjol dengan karakter badassnya.

dark-phoenix-3-1024x429

Akting Sophie Turner juga gak bisa dibilang jelek. Dia bisa membuat kita kesal dengan kelabilan karakternya. Sayangnya, lagi-lagi karena naskah film yang dangkal, kita gak bisa liat lebih jauh eksplorasi dari Jean Grey. Padahal, gue mengharapkan kita bisa melihat psikologi dari seorang Jean Grey yang kebingungan dengan kekuatan sebesar itu yang tiba-tiba jatuh ke pundaknya.

phoenix-trailer

The Conclusion

Melalui naskah yang lemah, Dark Phoenix justru tampil antiklimaks. Film ini juga gak tampil seemosional yang seharusnya dihadirkan pada penutup saga. Tapi akting para pemain dan aksi-aksi kerennya cukup bisa menghibur penonton.

Buat yang mengikuti X-Men Cinematic Universe sih gak ada salahnya buat tetap nonton meskipun dihajar habis-habisan sama kritikus di RT.

Ayo ke bioskop buat membuktikannya sendiri!

Rating: 3,3 / 5

phoenixty4mdi1nzm40._v1_sy1000_cr006311000_al_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s